Di Kala Rindu Yang Menyapa
Entah mengapa dalam beberapa
hari terakhir ini merasakan teramat rindu pada seseorang yang keberadaannya
sangat jauh. Aku sebenarnya sangat tersiksa dengan perasaan seperti ini.
Bagaimana mungkin tidak bila dalam setiap waktu yang kulalui terus teringat
padanya. Padahal belum tentu orang yang kurindui juga merasakan kerinduan yang
sama. Aku sama sekali tak mengharapkan perasaan rindu seperti ini bersemayam di
hatiku. Benar-benar membuatku merasa bingung. Entah apa yang harus kulakukan
untuk meredam perasaan ini.
Aku tau tak ada sesuatu yang bisa
kulakukan untuk mengobati rindu ini selain curhat pada-Nya. Tak mungkin aku
menghubungi melalui sms hanya sekedar mengucap kata rindu. Apalagi bila sampai
menelpon. Astaghfirullah.. Dimanakah letak keimananku selama ini? Mana bukti
tarbiyah yang selama ini menjadi santapan ruhiyah pekanan?
Ya Allah.. apakah salah dengan perasaan
ini? Aku merindukan seseorang yang sama sekali tak berhak aku rindukan.
Seseorang yang tidak halal bersamaku. Haduuhh semakin tersiksa lah diri ini
kala teringat selama ini dia menganggapku apa? temankah? adikkah?
sodarakah? atau...
Yang semakin membuatku merasa bodoh
adalah ketika aku bertanya kepada orang lain. Apa yang kamu lakukan saat
merindukan seseorang? Tentu saja jawaban yang kuterima berbeda-beda. Dari mulai
kirim sms aja, telpon aja, dan chat aja. Tentu semua jawaban tersebut sama
sekali tidak mungkin aku lakukan.
Aku kembali berpikir, mengapa aku
menanyakan sesuatu yang aku sendiri tau jawabannya. Bukankah aku tau apa yang
seharusnya aku lakukan disaat seperti ini?.. Istighfar sebanyak-banyaknya dan
mohon ampun kepada Allah. Muhasabah atas amalan yang kita lakukan.. mungkin
sedang futur.
Yakinlah bahwa setiap sesuatu yang Allah
ciptakan itu pasti berpasang-pasangan. Termasuk di dalamnya manusia. Pada
dasarnya manusia diciptakan berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Setiap
manusia pasti memiliki jodohnya tersendiri. Hanya saja waktu yang membedakan.
Entah kapan akan dipertemukan. Kalau tidak sekarang, mungkin nanti. Kalau tidak
hari ini, mungkin hari esok. Kalau tidak di dunia, mungkin di
akhirat. Pasti akan dipertemukan dengannya.. Insya Allah
Tak perlu risau dan ragu saat menanti
kehadirannya. Lebih baik menunggu dengan sibuk. Sibuk dengan sesuatu yang
bermanfaat dan sibuk dengan terus berusaha memperbaiki diri. Agar waktu yang
kita lalui tidak terasa dan kehadirannya terjadi tanpa dinanti. Subhanallah
Entah suatu kesalahan atau kewajaran saat
merasa rindu seperti ini. Yang jelas kita tau, untuk menyikapi rindu seperi ini
maka berusahalah untuk semakin mendekat kepada Allah, perbaiki semua amalan
kita barangkali ada yang tertinggal, Bergaullah dengan orang-orang shaleh,
Berusahalah menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat. O ya.. satu lagi.
Curhatlah kepada Allah di sepertiga malam terakhir. Saat mentari belum
menyindari bumi dan sunyi. Katakanlah pada-Nya bahwa kita merindukan salah
seorang hamba-Nya di belahan bumi sana. Biarlah Allah yang menanamkan kembali
rasa itu padanya. Biarlah Allah yang akan mempertemukan kita dengannya. Allah
memiliki rencana yang maha indah. Allah maha tau apa yang terbaik untuk
hambanya.. So rajin-rajinlah curhat pada-Nya.. Indaaaahh...
Komentar
Posting Komentar