Maaf, aku bukan bermaksud sombong,
maaf, maaf, kalau aku selalu menghindar di hadapan mu, maaf, aku tak bertegur sapa
saat ketika kita berpapasan tapi itulah caraku untuk menjaga mu, seseorang yang
selalu aku sebut di dalam doaku, sebab aku belum tau akankah engkau yang di
takdirkan oleh Allah, aku cukup berserah diri kepada Allah, kekaguman ku ku
titip kan sang maha pembolak balik hati yaitu Rabb ku, jika engkau belum
memahami maksud diam ku selama ini, semoga suatu saat engkau memahaminya J.
Aku
laras, aku saat ini sedang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi ternama
di Jakarta, selama aku kuliah aku mengikuti organisasi, organisasi yang ku
tempati saat ini adalah organisasi yang cocok di dalam bakatku, di dalam
pertemanan aku bukan hanya memiliki teman di dalam kelas saja, tetapi aku
memiliki banyak teman di organisasi ku bahkan satu angkatan aku, pada saat itu
aku sedang berada di sebuah taman tidak jauh dari sekretariat organisasi aku di
kampus dan aku pun memiliki kesibukan untuk menulis di dalam buku Dairy ku yang di sampuli dengan warna
favoritku warna biru, di dalam buku Diary ku sudah banyak catatan catatan yang
sudah menjadi pengalaman aku, termasuk tentang aku mengaggumi seseorang, hhmm
aku saat ini memang sedang mengaggumi seseorang, ia memang satu kampus dengan
aku tetapi beda organisasi dan ia juga termasuk senior aku di kampus, dan
sebelumnya kami sudah saling mengenal juga walaupun mengenal nya baru di kampus
sih, pada saat itu aku berpapasan bertemu dengan nya, entah kenapa aku memiliki
rasa deg-deg an ketika berpapasan dengan nya dan tanganku pun mulai dingin, aku
bertanya tanya pada diri ku sendiri ada apa ini?, perasaan apa yang ku rasakan
saat ini? Kenapa tiba tiba seperti ini?
tiba tiba ada salah seorang
teman ku dan satu organisasi juga dengan ku yang sedang menghampiri aku dengan
cara membuat aku kaget namanya husna “Assalamualaikum
laras” ucapnya di kala itu.
Dengan
tiba tiba ia datang aku sedikit kaget “Waalaikum
salam, Eh husna kamu bikin aku kaget saja” Jawab ku.
“Hihi maaf deh, kalau aku buat kamu
kaget, btw kamu lagi apa tu?” tanya nya dengan
penasaran.
“Hmm tidak ngapain ngapain si hus
aku lagi menulis aja nii” jawab ku.
“Ohhh iyaya ohh ya aku masuk dulu
ya dosen ku udah masuk pulak ini, Assalamualaikum”
ucapnya dengan tergesa gesa.
“Waalaikum salam, iya husna”
jawabku dengan nada lembut.
aku
memang kagum dengannya tetapi di saat aku berpapasan dengannya, aku tidak
berani untuk melihatnya, aku hanya berani bertegur sapa bersama rabb ku saja
dan menyebut nama nya di dalam rintihan doa doa ku, apalagi di saat hujan
datang aku sangat senang sekali, aku sering sekali ketika hujan datang apalagi
di saat aku sedang melakukan sholat 5 waktu, sholat tahajud dan suasana sedang
hujan, aku tak pernah lupa untuk selalu ke selipkan namanya di dalam doa ku,
tetapi aku memiliki cara untuk menjaga nya, aku jarang komunikasi dengannya
kalau pun komunikasian itu pun kalau ada keperluan yang mendesak, di saat ia
datang aku diam terpaku padahal didalam hati ku sudah banyak kata kata yang ku
ucapkan tentang nya tetapi hanya berani di dalam hati saja, kalau dia melihat
aku aku tidak berani melihat dia dengan berpapasan, aku hanya berani melihat
dia dari belakang saja itu sudah membuat aku senang, dan rasa kekaguman aku cukup
aku titipkan kepada sang khalik saja, karena ia yang mentakdirkan semua apa
yang sudah di rencanakan oleh hambanya, aku cukup menjaga nya lewat untaian
untaian doa dan aku pun lebih berharap kepada Rabb ku Allah SWT dari pada
berharap kepada manusia kalau pun bukan dia yang di takdirkan oleh Allah
Insyaallah allah sudah merencanakan yang terbaik buat aku jika memang ia lelaki
yang dikirimkan oleh Allah akan hadirnya tetesan air mata kebahagian dengan
penantian yang panjang yang sudah ku lakukan menantikannya sembari memperbaiki
diri.
|
Komentar
Posting Komentar